Islam menyelamatkan Rwanda(Islam 13 kali lipat dalam 13 tahun)

ISLAM MENYELAMATKAN RWANDA

Sejak Pembantaian massal rwanda, penduduk rwanda kini memeluk Islam dalam jumlah yang sangat besar. Kini muslim berjumlah 14 % pada tahun 2002(kini 16% 2007) dari 8,2 juta penduduk di negara africa yang paling banyak memeluk katolik (sebelum pembantaian muslim hanya 1,2%)

Banyak dari muallaf tersebut mengatakan mereka memilih islam karena peranan dari banyak pemimpin kristen dan katolik yang berperan dalam pembunuhan massal tersebut. Grup HAM telah mendokmentasikan bahwa pendeta kristen memperbolehkan Etnis Tutsis (Etnis yang dibantai) untuk menjadi pengungsi dalam gereja untuk diserahkan kepada Pembantai Hutu(Etnis pembantai), dan juga beberapa Pendeta Hutu dan menteri yang menyuruh pemeluknya untuk membunuh Tutsi. Saat ini beberapa gereja menjadi tempat untuk mengenang mereka yang dibantai.

Empat orang clergymen(semacam pendeta) sedang menghadapi tuntutan dari PBB akibat tuduhan pembantaian. Dan 2 orang suster Rwanda dituduh atas peranan mereka atas peranan mereka dalam pembunuhan 7000 orang Tutsis.

Kontrasnya, banyak pemimpin muslim dan keluarga dihormati karena usaha mereka melindungi mereka yang sembunyi atau melarikan diri.

Muslim melakukan ini karena perintah Islam yang melarang pembunuhan. Muslim yang dianggap sebagai minoritas tidak terpengaruh atas ajakan pembantaian yang mereka anggap tidak terhormat dan biadab.

“Aku tahu banyak dari orang Amerika yang menganggap Muslim adalah teroris, tetapi bagi Rwanda, mereka adalah pembela kebebasan kami” ucap Jean Pierre Sagahutu, 37, seorang muallaf Tutsi yang menjadi muslim dari sebelumnya Katolik setelah Ayahnya dan 9 anggota keluarga lainnya dibantai. “Aku tadinya ingin pergi ke gereja, tetapi itu merupakan tempat terburuk untuk pergi. Malah sebuah keluarga muslim mengambilku. Mereka menyelamatkan nyawaku”

Sagahutu dan ayahnya berkerja pada sebuah Rumah Sakit dimana ia berteman dengan sebuah keluarga muslim, mereka memperbolehkan Sagahutu masuk walaupun ia seorang Hutus(berbeda jenis) ” Aku melihat mereka sholat 5 kali sehari. Aku makan dengan mereka dan melihat bagaimana mereka hidup” Ia berkata. “Ketika mereka berdoa, Hutu dan Tutsi berada dalam mesjid yang sama, tidak ada perbedaan, aku ingin melihat ini semua.”

Isalm adalah agama yang meraih pada mereka yang miskin, mengatasi masalah sosial dengan melarang alkohol, dsbnya. Di Amerika Serikat, Malcolm X mengunakan bentuk Islam untuk menyemangati kegiatan ekonomi dan kekuatan diantara sesama orang berkulit hitam.

Pemimpin Islam mengatakan mereka mempunyai pandangan national dimana AIDS dan kemiskinan telah mengantikan masalah pembunuhan massal sebagai masalah utama mereka. “Islam masuk dalam komunitas kami. Islam membantu mereka yang berada dalam kemiskinan. Islam mendakwahkan pelarangan terhadap kegiatan yang menciptakan AIDS. Memberikan ilmu dalam Al-Quran dan Arab ketika tidak banyak ilmu yang ditawarkan.” ucap Habimana, seorang Imam. “Aku berpikir orang bisa berelasi dengan Islam. Mereka beralih kepada Islam sebagai tanda dari apresiasi mereka kepada komunitas Muslim yang mereka lindungi ketika pembunuhan massal terjadi.

Sementara pemerintahan barat sangat khawatir akan pertumbuhan islam, dengan ketakutan mereka terhadap militansi islam, pada kenyataannya sangat sedikit bukti yang mengarah kesana

Fakta ini mencemaskan gereja katolik. Dimana pendeta disini meminta saran kepada pemimpin Katolik di Roma akan bagaimana untuk menghadapi jumlah orang yang beralih ke islam.

“Gereja katolik mempunyai masalah setelah pembunuhan massal” kata Rev. Jean Bosco Ntagugire, yang bekerja di Gereja-gereja Kigali.”Kepercayaan telah Hancur” Kita tidak bisa mengatakan, “Umat kristen kembalilah” Kita berharap hal itu terjadi ketika kepercayaan kembali terbangun.

Di sebuah kelas yang baru saja diadakan ratusan wanita yang berpakaian merah, oranye, dan ungu berkumpul di bangunan berwarna gelap. Mereka membicarakan mengenai usaha mereka, atau jihad mereka, untuk membesarkan anak mereka dengan baik. Lalu setelah sarapan, mereka membicarakan cerita mereka akan kisah muslim-muslim yang menyelamatkan mereka ketika pembunuhan massal terjadi

“Jika bukan karena muslim, seluruh keluargaku mungkin akan mati” ucap Aisha Uwimbabazi, 27, seorang muallaf dan ibu dari 2 anak. “Aku sangat, sangat berterimakasih kepada umat muslim. Ketika aku memikirkannya dan aku sangat merasa bahwa adalah hal yang benar untuk berubah menjadi seorang muslim”

By Emily Wax
Washington Foreign Post Service
Monday, September 23, 2002

Diterjemahkan dari situs: http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/articles/A53018-2002Sep22.html

Ditulis dalam Islam. 2 Comments »

2 Tanggapan to “Islam menyelamatkan Rwanda(Islam 13 kali lipat dalam 13 tahun)”

  1. Salman Alsyafdi Says:

    Artikel ini saya tulis setelah saya menonton film hotel rwanda, parahnya saya belum habis nonton filmnya…

  2. kasmat_satrio Says:

    berarti sebuah kemajuan bahwa islam bener2 merupakan agama rahmatan alamin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: